Profil Kota Bontang

Kota Bontang terletak di Propinsi Kalimantan Timur, tepatnya berjarak sekitar 120km dari Kota Samarinda. Secara geografis, letaknya antara 117º23” BT sampai 117º38” BT dan antara 0º01” LU sampai 0º12” LU. Dari koordinat-koordinat tersebut, diketahui bahwa Bontang menjadi salah satu wilayah di Pulau Kalimantan yang dilewati garis lintang 0º atau katulistiwa. Tak heran apabila di kota ini juga terdapat Tugu Katulistiwa yang disebut Tugu Santan Ulu.

Pada awalnya, Bontang merupakan area pemukiman dengan tata pemerintahan yang sederhana dan dipimpin oleh orang yang dituakan. Orang yang menjadi pemimpin disebut Petinggi yang mengabdi di bawah naungan kekuasaan Sultan Kutai di Tenggarong. Pada tahun 1952, Bontang ditetapkan sebagai sebuah kampong dengan pimpinannya merupakan Tetua Adat. Selain itu, sejak 1920 Bontang sebenarnya ditetapkan menjadi ibukota kecamatan yang disebut Onder Distrik van Bontang. Kepemimpinan dipegang oleh seorang asisten wadana dengan gelar Kyai. Dari status desa, Bontang kemudian menjadi kecamatan. Setelah itu, statusnya ditingkatkan sebagai Kota Administratif sesuai usulan gubernur Kaltim pada tahun 1990. Sembilan tahun kemudian atau tahun 1999, secara resmi Bontang menjadi Kota Otonom.




Perubahan status dari hanya sebatas pemukiman menjadi daerah otonom ternyata berdampak besar bagi wilayah Bontang itu sendiri. selain dikenal sebagai kota taman, julukan lain bagi salah satu wilayah di Kaltim ini adalah kota industri. Terdapat tiga perusahaan raksasa berdiri yang memiliki peranan penting di bidang perekonomian baik untuk Bontang maupun Indonesia. Tak heran apabila kota ini termasuk kota terkaya kedua sesudah Timika. Ketiga perusahaan besar tersebut adalah Badak NGL (gas alam), Pupuk Kaltim (pupuk dan amoniak) dan Indomico Mandiri (batubara).

Selain dari industri, Kota Bontang juga memiliki daya tarik dari pariwisata yang potensial. Wilayah pesisir yang bersih, landai dan berpasir putih menjadi tujuan destinasi bagi para wisatawan untuk berlibur. Lokasinya yang tidak jauh dari kawasan industri sering menjadikan objek wisata tersebut sebagai tempat rekreasi bagi karyawan perusahaan dan keluarganya. Potensi lainnya yang dimiliki Kota Bontang adalah hasil budidaya ikan laut yang tidak hanya dipasarkan di dalam negeri tetapi juga mancanegara.